Berbagai Penyebab Gula Darah yang Tinggi, Gejala dan Cara Mengatasinya

Berbagai Penyebab Gula Darah yang Tinggi Gejala dan Cara Mengatasinya

Secara umum, penyebab utama gula darah yang tinggi dalam tubuh dipicu oleh pola makan dan hidup yang kurang sehat. Gula darah tinggi yang juga disebut hiperglikemia merupakan suatu kondisi dimana kadar glukosa di dalam darah mengalami kenaikan hingga melebihi jumlah yang seharusnya. Keadaan inilah yang sering dialami oleh penderita semua jenis diabetes, yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, atau diabetes gestasional.

Kebanyakan orang menganggap Hiperglikemia hanya dialami oleh orang-orang yang mengidap diabetes. Namun pada kenyataannya orang yang tidak mengidap diabetes juga dapat mengalami Hiperglikemia pada keadaan tertentu. Seperti saat mengalami infeksi yang cukup parah, serangan jantung, gangguan pankreas hingga orang yang terkena stroke.

Gejala Gula Darah Tinggi

Pada umumnya kelebihan gula darah tidak menunjukkan gejala khusus. Namun jika lebih jeli kita dapat mencermati beberapa gejala ringan yang kerap muncul akibat hiperglikemia, seperti dibawah ini

  • Mulut terasa kering dan sering merasa haus.
  • Lebih sering buang air kecil saat malam hari.
  • Penglihatan mengabur.
  • Penurunan berat badan.
  • Cepat Lelah.
  • Sakit kepala dan mengalami kesulitan berkonsentrasi.
  • Nafsu makan bertambah.
  • Muncul gatal-gata dan kulit terasa kering.
  • Sering merasakan nyeri perut.
  • Kadar gula darah lebih dari 180 mg/dL.

Jika gejala-gejala diatas terjadi secara terus menerus tanpa adanya penanggulangan, biasanya akan muncul gejala lanjutan seperti di bawah ini:

  • Munculnya infeksi kulit dan vagina.
  • Luka menjadi sulit sembuh.
  • Penglihatan semakin memburuk bahkan bisa menyebabkan kerusakan mata.
  • Gangguan pencernaan, seperti diare atau sembelit, kerusakan pembuluh darah dan ginjal.
  • Kerusakan saraf yang mengakibatkan rontoknya rambut bagian kaki, bagian kaki menjadi dingn dan tidak sensitif serta disfungsi ereksi.

Jumlah Kadar Gula yang Dikatakan Tinggi

Secara umum jumlah kadar gula dikatakan tinggi apabila melebihi 200 mg/dL atau 10-11 mmol/L. Biasanya kondisi hiperglikemia ini tidak menunjukkan gejala yang sudah disebutkan diatas sampai kondisi gula darah melonjak secara signifikan. Keaikan secara bertahap biasanya tidak akan disadari sampai beberapa waktu.

Penyebab Gula Darah Tinggi

Diabetes melitus adalah salah satu penyakit dengan gejala utama peningkatan kadar gula dalam darah. Hal tersebut terjadi karena tubuh tidak mampu mngubah glukosa dalam darah menjadi energi. Pada penderita diabetes biasanya hiperglikemia dipicu oleh beberapa hal berikut:

  • Sedang stres.
  • Mengalami infeksi atau mengonsumsi obat tertentu.
  • Tidak melakukan olahraga.
  • Lupa minum obat penurun gula darah atau menyuntikkan insulin.
  • Terlalu banyak karbohidrat yang masuk didalam tubuh.

Cara Mengatasi Gula Darah Tinggi

Ketika seseorang telah didiagnosis dengan diabetes dan mengalami gejala hiperglikemia, ada beberapa cara mengatasi kadar glikemia agar tidak semakin memburuk.

1. Menjaga Pola Makan Tetap Sehat

Pola makan sehat yang umum dilakukan oleh penderita diabetes adalah mengurangi konsumsi karbohidrat dan menggantinya dengan makanan yang emiliki indeks glikemik rendah.

2. Melakukan Olahraga Secara Rutin

Olahraga atau kegiatan berat juga tidak dianjurkan bagi penderita diabetes. Berjalan kaki di sekitar komplek rumah saat pagi dan sore hari selama setengah jam atau lebih sudah dapat membantu menurunkan kadar gula darah.

3. Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh

Karena salah satu ciri hiperglikemia adalah mult kering dan cepat haus, maka asupan air putih untuk para penderita diabetes harus selalu tercukupi. Minum air putih sedikit demi sedikit lebih sering sangat baik untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes.

4. Konsumsi Obat Penurun Gula Darah & Suntik Insulin

Jangan lupa untuk minum obat penurun gula darah dan menyuntikkan insulin sesuai dosis yang diberikan oleh dokter Anda.

5. Rutin Mengecek Kadar Gula Darah

Pengecekan kadar gula darah secara rutin bagi penderita diabetes merupakan hal yang penting. Karena Hiperglikemia yang dibiarkan terus menerus dapat menyebabkan berbagai komplikasi.

6. Hindari Stres

Saat tubuh mengalami stres, baik stres secara fisik maupun psikologis, hormon kortisol dan glukagon akan dilepaskan. Kedua hormon tersebut dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Maka dari itu, ada baiknya jika Anda menghindari atau meminalisir stres.

7. Tidur yang Cukup

Kurang tidur menyebabkan sensitivitas insulin menurun drastis, ketika insulin tidak bekerja sebagaimana mestinya maka gula darah tidak terolah dan menyebabkan hiperglikemia. Untuk itu, sebaiknya Anda cukup istirahat dan memperbaiki kualitas tidur.

Baca juga: