Otomotif

Perawatan Aki Mobil Hybrid agar Awet dan Tidak Gampang Soak

Share:

Demam mobil hybrid saat ini memang lagi hangat-hangatnya di kalangan pencinta otomotif tanah air. Kendaraan ramah lingkungan yang menggabungkan mesin bensin konvensional dengan motor listrik ini dinilai sebagai solusi paling realistis sebelum beralih sepenuhnya ke mobil listrik murni. Namun, di balik kecanggihan teknologi hemat bahan bakar tersebut, masih banyak yang bingung mengenai cara merawat komponen paling krusialnya, yaitu baterai alias aki.

Sebagian besar orang mengira bahwa sistem kelistrikan mobil hybrid sama persis dengan mobil konvensional biasa atau malah menganggapnya sama rumitnya dengan mobil listrik murni (EV). Pemahaman yang setengah-setengah kerap membuat perawatan bagian vital tersebut jadi terabaikan begitu saja. Padahal, sistem penyimpanan daya pada kendaraan jenis ini memiliki keunikan tersendiri yang membutuhkan perhatian khusus agar tidak cepat rusak atau soak sebelum waktunya.

Menjaga performa daya penyimpanan arus listrik pada kendaraan ganda tersebut sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Langkah preventif yang tepat dan konsisten justru bisa menghemat kantong dari biaya pergantian komponen yang terkenal cukup mahal. Penjelasan mendalam mengenai cara menjaga keawetan sistem penyimpanan daya ini akan dikupas tuntas secara sederhana dan mudah dipahami.

Mengenal Dua Jenis Aki pada Mobil Hybrid

Sistem kelistrikan pada kendaraan ramah lingkungan tersebut terbagi menjadi dua bagian yang saling mendukung satu sama lain.

Baca Juga: Perawatan Lampu Motor yang Bikin Sinar Tetap Terang dan Awet

1. Aki Starter 12 Volt

Sama seperti kendaraan konvensional, mobil hybrid juga dibekali dengan aki basah atau kering bertegangan 12 volt. Komponen tersebut bertugas menyalakan sistem komputer mobil, lampu, audio, dan fitur elektronik lainnya saat mesin pertama kali diaktifkan. Letaknya biasanya tersembunyi di bagasi belakang atau di bawah jok penumpang, bukan di dalam kap mesin depan.

2. Baterai Traksi Voltase Tinggi

Satu komponen utama tersebut merupakan jantung pertahanan dari sistem penggerak listrik. Kapasitas dayanya jauh lebih besar, berkisar antara ratusan volt, dan biasanya menggunakan teknologi Lithium-ion atau Nickel-Metal Hydride (NiMH). Tugas utamanya adalah menyuplai energi langsung ke motor listrik demi menggerakkan roda kendaraan.

Tips Ampuh Perawatan Aki Mobil Hybrid

Menjaga kesehatan kedua jenis baterai tersebut membutuhkan beberapa kebiasaan baik saat berkendara maupun saat memarkir kendaraan.

1. Rutin Memanaskan Mesin Mobil

Meskipun kendaraan jarang digunakan, mesin tetap wajib dipanaskan secara berkala demi menjaga sirkulasi daya. Sistem komputer pada mobil akan secara otomatis mengisi ulang daya baterai traksi ketika mesin bensin menyala. Membiarkan kendaraan dalam waktu berminggu-minggu tanpa dinyalakan berisiko membuat daya baterai menyusut hingga habis total (discharge).

Baca Juga: Perawatan Spakbor Motor agar Tetap Mengkilap dan Bebas Kusam

2. Menjaga Kebersihan Saringan Udara Baterai

Baterai traksi voltase tinggi menghasilkan panas yang cukup besar saat bekerja keras. Saluran pendingin atau filter udara yang mengarah ke baterai tersebut harus dipastikan selalu bersih dari debu dan kotoran. Penyumbatan pada filter udara pendingin tersebut bisa memicu overheat, yang berujung pada penurunan drastis masa pakai baterai.

3. Menghindari Parkir di Tempat Terlalu Panas

Suhu ekstrem merupakan musuh utama bagi segala jenis baterai, terutama tipe lithium-ion. Memarkir kendaraan di bawah terik matahari langsung dalam durasi yang sangat lama bisa mempercepat degradasi sel baterai di dalamnya. Memilih tempat parkir yang teduh atau menggunakan penutup mobil berbahan reflektif sangat disarankan.

4. Mengemudi Secara Konsisten dan Teratur

Cara mengemudi yang agresif seperti sering berakselerasi mendadak lalu mengerem dengan kasar bisa membuat siklus pengisian daya menjadi tidak stabil. Sistem regeneratif (regenerative braking) bekerja maksimal saat pengereman dilakukan secara halus dan bertahap. Kebiasaan berkendara yang tenang akan membantu proses pengisian daya baterai berjalan optimal.

5. Melakukan Servis Berkala di Bengkel Resmi

Pengecekan sistem kelistrikan hybrid membutuhkan alat diagnostik khusus yang biasanya hanya dimiliki oleh bengkel resmi. Teknisi terlatih akan memantau kondisi kesehatan sel baterai (State of Health) dan memastikan sistem pendinginan bekerja dengan sempurna sesuai standar pabrik.

Baca Juga: Cara Merawat Tangki Oli Motor Agar Mesin Tetap Awet Dan Bertenaga

Tanda-Tanda Aki Hybrid Mulai Melemah

Mendeteksi gejala kerusakan sejak dini sangat membantu mencegah kerusakan total yang merembet ke komponen mesin lainnya.

1. Konsumsi Bahan Bakar Boros

Gejala paling umum yang mudah dirasakan adalah peningkatan konsumsi bensin yang tidak wajar. Keadaan tersebut terjadi karena mesin bensin harus bekerja ekstra keras untuk terus mengisi daya baterai yang sudah tidak mampu menyimpan arus listrik dengan baik.

2. Performa Mesin Menurun

Tenaga akselerasi kendaraan akan terasa lebih berat dan lamban saat diajak bermanuver. Hal tersebut disebabkan oleh minimnya suplai energi instan dari motor listrik pendukung akibat melemahnya performa baterai traksi.

3. Indikator Baterai Cepat Habis

Layar MID (Multi Information Display) pada dasbor biasanya menampilkan grafik kapasitas baterai secara langsung. Pengurangan indikator daya yang turun drastis dalam waktu singkat, lalu tiba-tiba naik dengan cepat saat diisi, merupakan alarm kuat bahwa kesehatan baterai sudah di ambang batas kritis.

Share: