7 Manfaat Susu Pertumbuhan untuk Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak

Manfaat Susu Pertumbuhan untuk Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak

Banyak sekali manfaat susu pertumbuhan untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak. Namun faktanya, selepas ASI masih saja banyak ibu yang merasa bimbang, apakah harus melanjutkan asupan susu anak dengan menggunakan susu pertumbuhan atau tidak.

Banyak pendapat yang beredar ditambah makin banyaknya produk susu memang membuat bingung. Terlebih lagi kebanyakan anak yang full ASI sulit menerima asupan baru berupa susu formula.

Susu memiliki banyak kandungan zat yang diperlukan untuk kesehatan dan juga pertumbuhan anak. Bahkan belakangan ini budaya minum susu makin sering digalakkan agar anak Indonesia dapat mencapai pertumbuhan yang optimal.

Bagi Anda yang masih merasa bingung apakah anak membutuhkan susu pertumbuhan atau tidak dalam konsumsi hariannya, berikut beberapa manfaat susu pertumbuhan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan.

Manfaat Susu Pertumbuhan untuk Si Kecil

Susu pertumbuhan mengandung kalsium, protein dan beberapa lemak esential yang akan memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Mendukung Kesehatan Tulang & Gigi

Karena secara umum susu mengandung kalsium dalam jumlah yang cukup tinggi. Maka mnfaat utama susu pertumbuhan adalah untuk menunjang pertumbuhan dan kesehatan tulang serta gigi. Beberapa kandungan dalam susu yang mendukung kesehatan tulang, antara lain: kalsium, fosfor, kalium, protein, dan vitamin K2. Bahkan, tidak hanya anak-anak sebaiknya susu diminum hingga dewasa agar kesehatan tulang tetao terjaga.

2. Mendukung Kecerdasan Otak Anak

Ada beberapa hal yang dapat meningkata keerdasan otak anak. Yang pertama adalah genetik, kemudian stimulasi dan yang ketiga adalah nutrisi. Nutrisi merupakan hal yang sering diabaikan karena banyak anak yang pemilih dalam makanan. Oleh karena itu selain pemberian makanan sebaiknya anak minum susu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi otak. Susu pertumbuhan banyak mengandung AA, DHA, kolin, serta asam lemak omega 3, 6, dan 9 untuk mendukung perkembangan otak.

3. Membantu Mencegah Kenaikan Berat Badan

Banyak ibu beranggapan susu memicu obesitas. Sebenarnya gula dalam susulah yang menyebabkan obesitas. Meminum susu dengan gula sesuai kebutuhan anak justru mencegah terjadinya obesitas pada anak. Karena kalsium pada susu dapat meningkatkan proses pemecahan lemak dan menghambat penyerapan lemak dalam tubuh. Protein dalam susu juga cenderung membantu pembentukan otot pada anak.

4. Anak Menjadi Lebih Aktif & Kreatif

Pemilihan susu yang tepat dengan kandungan gizi yang seimbang, akan membuat anak lebih aktif. Susu yang kaa akan protein membuat anak kenyang lebih lama. Berbeda dengan karbohidrat yang cenderung membuat anak mengantuk. Protein pada susu akan menjadikan si kecil lebih aktif dan kreatif. Selain itu nutrisi otak yang terpenuhi dari lemak esensial dalam susu membuat anak berpikir lebih kreatif. Ayah dan bunda hanya perlu menambahkan stimulasi yang pas agar anaktumbuh dan berkembang dengan baik. Secara fisik ataupun otak.

5. Membantu Memenuhi Kebutuhan Cairan

Kebanyakan anak minum kurang dari kebutuhan hariannya. Karena kebanyakan anak kesulitan mminum air putih. Untuk memenuhi kebutuhan cairn anak susu juga dapat menjadi alternatif solusi selain jus. Karena saat minum jus kebanyakan anak menginginkn gula tambahan. Asupan susu yang disarankan untuk anak adalah sekitar 250-500 ml

6. Membantu Menjaga Kesehatan Saluran Cerna

Manfaat ssu lainnya yang tidak kalah penting adalah, susu pertumbuhan dapat menjaga kesehatan saluran cerna anak. Anak-anak biasanya lebih sering terkena masalah pencernaan dibanding orang dewasa. Susu juga mengandung serat pangan yang akan menjadi makan bagi bakteri baik dalam usus. Jumlah bakteri baik yang mencukupi akan menjaga saluran pencernaan anak.

7. Sumber Energi

Anak-anak membutuhkan banyak kalori untuk menghasilkan energi. Energi ini akan digunakan untuk aktivitas dan juga tumbuh kembang. Dalam susu kandungan nutrisi lebih banyak berupa protein dan juga lemak. Kedua hal ini adalah sumber energi yang jauh lebih tahan lama dan juga lebih baik dibandingkan dengan karbohidrat. Dengan sumber energi yang lebih tahan lama maka anak akan lebih menikmati proses bermain.

Baca juga: